Peningkatan Kecerdasan Emosional, Spiritual, dan Sosial dalam Perspektif Ajaran Tat Twam Asi
Keywords:
Kata kunci: kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial, ajaran nilai-nilai filosofis.Abstract
Ajaran Tat Tvam Asi merupakan salah satu nilai luhur dalam filsafat Hindu yang mengandung makna “aku adalah engkau” atau kesatuan antara diri sendiri dengan makhluk lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peningkatan kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial dalam perspektif ajaran nilai-nilai filosofis keagamaan sebagai landasan pembentukan karakter manusia yang holistik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian artikel revie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional mencakup kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri serta orang lain, yang dapat ditingkatkan melalui internalisasi nilai-nilai ajaran seperti pengendalian diri, kesabaran, dan empati. Sementara itu, kecerdasan spiritual berkaitan dengan kemampuan individu dalam memaknai kehidupan secara mendalam, memiliki kesadaran akan tujuan hidup, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan Tuhan, yang diperkuat melalui praktik nilai-nilai spiritual seperti keikhlasan, kesadaran diri, dan penghayatan terhadap makna kehidupan. Adapun kecerdasan sosial mencerminkan kemampuan individu dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, menjalin hubungan yang harmonis, serta menunjukkan sikap toleransi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Ketiga aspek kecerdasan tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan kepribadian manusia yang utuh. Dalam perspektif ajaran nilai-nilai filosofis keagamaan, peningkatan kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.Downloads
References
Daniel Goleman. (2005). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. New York: Bantam Books.
Daniel Goleman. (2006). Social Intelligence: The New Science of Human Relationships. New York: Bantam Books.
Peter Salovey., & John D. Mayer. (1990). Emotional intelligence. Imagination, Cognition and Personality, 9(3), 185–211.
Edward Thorndike. (1920). Intelligence and its uses. Harper’s Magazine, 140, 227–235.
Danah Zohar., & Ian Marshall. (2000). SQ: Spiritual Intelligence, The Ultimate Intelligence. London: Bloomsbury.
Sarvepalli Radhakrishnan. (1953). The Principal Upanishads. London: George Allen & Unwin.
Adi Shankaracharya. (1977). Vivekachudamani. (Trans. Swami Madhavananda). Kolkata: Advaita Ashrama.
Swami Vivekananda. (2001). Jnana Yoga. Kolkata: Advaita Ashrama.
I Wayan Maswinara. (1999). Sistem Filsafat Hindu. Surabaya: Paramita.
Patrick Olivelle. (1996). Upanishads. Oxford: Oxford University Press.
Chandogya Upanishad. (n.d.). Dalam berbagai terjemahan Upanishad.
Isha Upanishad. (n.d.). Dalam berbagai terjemahan Upanishad.
Dian Tri Utami, N. N., Wisnu Parta, I. B. M., Santiawan, I. N., Yoga Pramana, I. B. K., & Sudiani, N. N. (2023). Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Kitab Nitisastra Untuk Membentuk Perilaku Anak Suputra. Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 24–36. https://doi.org/10.37329/metta.v3i1.1805
I Nyoman Santiawan. (2021). Implementasi Catur Asrama Dalam Mencapai Tujuan Hidup (Catur Purusa Artha). Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu, 26(2), 294–302. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v26i2.170
I Nyoman Warta, I Nyoman Santiawan, & I Nyoman Suendi. (2019). Nilai Hidup Rukun Pondasi Kebhinekaan Dalam Mengantasipasi Radikalisme. Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu, 24(2), 145–156. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v24i2.60
Kenanga, P., Santiawan, I. N., & Wibowo, G. (2023). Upaya Guru Pasraman Dalam Melatih Satwika Yadnya Pada Siswa Pasraman Di Pasraman Brahma Govinda Desa Srebegan Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 28(1), 30–40. https://doi.org/https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v28i1.208
Santiawan, I. N. (2023). Kajian Ontologi, Epistimologi Dan Aksiologi Canang Sari Study Of Ontology, Epistimology And Axiology Of Canang Sari. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 28(2), 136–145. https://doi.org/https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v28i2
Santiawan, I. N., & Warta, I. N. (2020). Upaya Pasraman Padma Bhuana Saraswati Dalam Mewujudkan Sisya Yang Cerdas Berbudaya. Bawi Ayah : Jurnal Pendidikan Agama Hindu, 11(1), 1–17. https://doi.org/https://doi.org/10.33363/ba.v11i1
Wijayanti, P. A., & Santiawan, I. N. (2023). Strategi Penanaman Nilai-Nilai Ajaran Tri Kaya Parisudha Pada Peserta Didik Di Tk Sari Mekar. Jawa Dwipa : Jurnal Penjaminan Mutu dan Penelitian, 4(2), 154–167. https://doi.org/https://doi.org/10.54714/jd.v4i2.74
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Agama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
License Terms : CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0




