Makna Sosial Dan Religius Tradisi Lek-Lekan Muyenan Dalam Membangun Toleransi Beragama Pada Masyarakat Hindu Jawa Di Desa Bumiarum Kecamatan Pringsewu

Authors

  • Teguh Samiadi Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.67996/202asp12

Keywords:

Kata kunci: lek-lekan Muyenan, makna sosial, makna religius, toleransi beragama, masyarakat Hindu Jawa.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial dan religius dalam tradisi lek-lekan Muyenan serta perannya dalam membangun toleransi beragama pada masyarakat Hindu Jawa di Desa Bumiarum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. Tradisi lek-lekan Muyenan merupakan salah satu bentuk ritual budaya yang dilakukan dalam rangka menyambut kelahiran bayi, yang di dalamnya terdapat aktivitas kebersamaan masyarakat seperti berkumpul, menjaga bayi, doa bersama, serta kegiatan sosial lainnya yang melibatkan warga sekitar tanpa memandang perbedaan agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, keluarga pelaksana tradisi, serta masyarakat sekitar yang terlibat dalam kegiatan lek-lekan Muyenan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lek-lekan Muyenan memiliki makna sosial sebagai sarana mempererat solidaritas, gotong royong, dan memperkuat ikatan antarwarga. Secara religius, tradisi ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan serta doa keselamatan bagi ibu dan bayi. Selain itu, tradisi ini juga berperan penting dalam membangun toleransi beragama, terlihat dari keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut tanpa adanya batasan perbedaan keyakinan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal mampu menjadi media integrasi sosial dan memperkuat harmoni kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, tradisi lek-lekan Muyenan tidak hanya berfungsi sebagai ritual kelahiran, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, nilai religius, dan sarana penguatan toleransi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Geertz, C. 1976. The religion of Java. Chicago: University of Chicago Press.

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Koentjaraningrat. 1990. Sejarah teori antropologi. Jakarta: UI Press.

Magnis-Suseno, F. 1988. Etika Jawa: Sebuah analisa falsafi tentang kebijaksanaan hidup Jawa. Jakarta: Gramedia.

Sztompka, P. 2004. Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Prenada Media.

Soekanto, S. 2012. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Horton, P. B., & Hunt, C. L. 1999. Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Hadiwijono, H. 2000. Agama Hindu. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Parisada Hindu Dharma Indonesia. 2005. Hindu Dharma. Denpasar: PHDI.

Tilaar, H. A. R. 2002. Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ritzer, G. 2011. Sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma ganda. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Downloads

Published

02.11.2026

How to Cite

Makna Sosial Dan Religius Tradisi Lek-Lekan Muyenan Dalam Membangun Toleransi Beragama Pada Masyarakat Hindu Jawa Di Desa Bumiarum Kecamatan Pringsewu. (2026). Jurnal Pendidikan Agama, 17(2), 68-79. https://doi.org/10.67996/202asp12

Similar Articles

21-30 of 73

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)