Dharma dan Artha sebagai Landasan Etis Kesejahteraan: Reorientasi Pendidikan Agama Hindu dalam Perspektif Keadilan Sosial-Ekonomi

Authors

  • I Ketut Angga Irawan Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung Author

DOI:

https://doi.org/10.67996/642skz23

Abstract

Kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian material, tetapi juga oleh landasan etis yang mengarahkan cara manusia memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan sumber daya serta hubungannya dengan kesejahteraan bersama. Dalam perspektif Hindu, relasi dharma dan artha menyediakan kerangka untuk memahami kesejahteraan dengan mengintegrasikan dimensi material, moral, dan sosial, namun keterkaitannya dengan keadilan sosial-ekonomi belum banyak dirumuskan secara sistematis dalam konteks Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi dharma dan artha sebagai landasan etis kesejahteraan serta merumuskan implikasinya bagi reorientasi Pendidikan Agama Hindu dalam perspektif keadilan sosial-ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui integrative literature review yang dipadukan dengan analisis konseptual-filosofis terhadap teks keagamaan Hindu, artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi dharma–artha membentuk struktur etis kesejahteraan melalui legitimasi etis dalam memperoleh sumber daya, tanggung jawab dalam pengelolaan, dan orientasi moral dalam pemanfaatannya. Relasi tersebut memperluas orientasi kemakmuran individual menuju kesejahteraan sosial dan menghasilkan tiga dimensi keadilan sosial-ekonomi, yaitu keadilan dalam proses memperoleh artha, keadilan dalam relasi ekonomi, dan tanggung jawab sosial dalam pemanfaatan artha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relasi dharma–artha dapat menjadi landasan bagi reorientasi Pendidikan Agama Hindu melalui penguatan pemahaman etis, penalaran terhadap persoalan sosial-ekonomi, dan aktualisasi tanggung jawab sosial sehingga pembelajaran Catur Purusa Artha tidak hanya berorientasi pada pemahaman tujuan kehidupan, tetapi juga membentuk kemampuan peserta didik dalam memaknai dan mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2026, 5 Agustus). Gini ratio Maret 2026 tercatat sebesar 0,368.

Bhawuk, D. P. S. (2011). Spirituality and Indian psychology: Lessons from the Bhagavad-Gita. Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4419-8110-3

Birher, N. (2025). The return of the soul—The role of religion in regulating social life. Religions, 16(2), 252. https://doi.org/10.3390/rel16020252

Dewi, D. S. U., Saklit, I. W., & Prameswara, I. (2025). Konsep kewirausahaan Hindu dalam Veda: Integrasi keseimbangan material dan spiritual di era modern. Pasupati, 11(1), 29–54

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu. (2022). Catur Purusa Artha: Pijakan menuju puncak kebahagiaan hidup. Kementerian Agama Republik Indonesia.

Fioramonti, L., Coscieme, L., Costanza, R., Kubiszewski, I., Trebeck, K., Wallis, S., Roberts, D., Mortensen, L. F., Pickett, K. E., Wilkinson, R., Ragnarsdóttir, K. V., McGlade, J., Lovins, H., & De Vogli, R. (2022). Wellbeing economy: An effective paradigm to mainstream post-growth policies? Ecological Economics, 192, 107261. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2021.107261

Ihsan, M. A., Mandjarreki, S., & Suparman. (2025). Religion as moral infrastructure: Lived Islam, welfare governance, and the Family Hope Program in Indonesia. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 9(3). https://doi.org/10.15575/rjsalb.v9i3.47226

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti fase A–F. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

Leś, T. (2021). The role of philosophical analysis in contemporary educational research. Educational Philosophy and Theory, 53(2), 140–150. https://doi.org/10.1080/00131857.2020.1777850

Michálek, A., Výbošťok, J., & Výbošťoková, T. (2023). Does economic growth reduce multidimensional poverty? Evidence from low- and middle-income countries. World Development, 161, 106119. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2022.106119

Nova, K. A., Susanti, K. D., & Oktaviani, D. (2026). Uang dalam lintasan karma (Sebuah kajian filosofi Hindu tentang rejeki dan kebaikan). Jurnal Manajemen dan Ekonomi (JME), 3(2), 1–12.

Pradnyani, N. L. P. N. D., & Suardikha, I. M. S. (2022). Budaya Catur Purusa Artha memoderasi love of money dan sifat Machiavellian terhadap indikasi fraud. E-Jurnal Akuntansi, 32(7), 1812–1827.

Purbawangsa, I. B. A., Rahyuda, H., & Wicaksana, K. A. B. (2023). Implementation of Catur Purusa Artha in Village Credit Institution’s financial management. JIA (Jurnal Ilmiah Akuntansi), 8(2), 492–509. https://doi.org/10.23887/jia.v8i2.60466

Shiba, K., Cowden, R. G., Gonzalez, N., Lee, M. T., Lomas, T., Lai, A. Y., & VanderWeele, T. J. (2022). Global trends of mean and inequality in multidimensional wellbeing: Analysis of 1.2 million individuals from 162 countries, 2009–2019. Frontiers in Public Health, 10, 824960. https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.824960

.

Singh & Awasthy (2023): metadata yang sebelumnya kita koreksi adalah IIMB Management Review, 35(4), 344–358, bukan 35(2), 186–197. DOI: 10.1016/j.iimb.2023.04.005.

Sudharma, G. N. P. (2024). Model problem based learning dalam pembelajaran Catur Purusa Artha SMP Negeri 01 Belitang III. Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia, 7(2), 111–126.

Sudarsana, I. K. (2018). Implementasi pendidikan informal Hindu dalam menjaga pola komunikasi remaja pada pergaulan sehari-hari. Jurnal Komunikasi, 12(1), 40–50.

Sukhada, S., Rawat, S., & Nandram, S. (2026). The spiritual theory of human pursuits: An integrative view of four life goals. International Journal of Indian Culture and Business Management, 38(1), 1–19. https://doi.org/10.1504/IJICBM.2026.154071

Sukantiasih, N. M. (2024). Telaah tema Dharma Wacana berdasarkan nilai-nilai Catur Purusa Artha di SD No 3 Penarungan. Widyalaya: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(2), 238–245

Susanti, K. D., Oktaviana, D., & Kusuma, A. A. G. M. (2024). Implementasi ajaran Dharma dalam sistem ekonomi Pancasila. Maha Widya Duta: Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi.

Suparthi, N. K. (2021). Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP kelas VIII. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia

Tiwari, S. K., & Tiwari, V. K. (2023). Economics in the Indian knowledge system: A philosophical survey. International Journal of Innovations in Science, Engineering and Management, 2(2), 68–78. https://doi.org/10.69968/ijisem.2023v2i268-78

Torraco, R. J. (2016). Writing integrative literature reviews: Using the past and present to explore the future. Human Resource Development Review, 15(4), 404–428. https://doi.org/10.1177/1534484316671606

Wedana, I. W. B. C. (2025). Teologi kemakmuran dalam Kitab Sarasamuccaya. Sphatika: Jurnal Teologi, 16(2). https://doi.org/10.25078/sphatika.v16i2.5482

Downloads

Published

02.11.2026

How to Cite

Dharma dan Artha sebagai Landasan Etis Kesejahteraan: Reorientasi Pendidikan Agama Hindu dalam Perspektif Keadilan Sosial-Ekonomi. (2026). Jurnal Pendidikan Agama, 17(2), 32-46. https://doi.org/10.67996/642skz23

Most read articles by the same author(s)