Analisis Pembiayaan Pada Tingkat Pelaksanaan Upacara Dewa Yajna Studi Pada Upacara Ngenteg Linggih Pura Puseh Desa Di Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur

Authors

  • Ni Gusti Ayu Made Afranti Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung Author
  • Ni Ketut Ayu Mirdani Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung Author

Keywords:

kunci:Pembiayaan dan Tingkatan Dalam Upacara NgentegLinggih

Abstract

Tujuan dari peneliti adalah ingin mengetahui seberapa besar dana yang digunakan dan tingkatan apa yang di gunakan pada upacara Ngenteg Linggih.Analisis pembiayaan merupakan suatu yang bentuknya secara terperinci dan jelas dari pemasukan dan pengeluaran oleh seseorang. Pembiayaan merupakan tujuan utama manusia untuk mencapai sesuatu dan menunjang pelaksanaan upacara dewa yajna(Ngenteg Linggih) berdasarkan tingkatan yang digunakan, oleh karenanya masyarakat kurang memahami dari tingkatan yang digunakan dan pembiayan yang sebesar ituapa saja yang diperlukan.Berdasarkan rumusan masalah berapa besar dana yang keluar dalam upacara Ngenteg Linggihyang diminta dari satu kepala keluarga adalah Rp.3.000.000 dari 264 KK dan menggunakan tingkatan seperti apa dalam upacara Ngenteg Linggih.Penelitian ini bersifat kualitatif, maka analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptifkualitatif. Analisis kwalitatifadalahusaha analisis berdasarkan kata-kata yang disusun ke dalam bentuk teks yang diperluas. Sedangkan analisis deskriptifadalah dengan mengadakan suatu telaah pada gejala yang bersifat objektif sesuai dengan data kepustakaan maupun lapangan.Analisis pembiayaan merupakan penjelas dari pemasukan dan pengeluaran untuk mendapatkan sesuatu untuk kepentingan bersama, di Desa Restu rahayu pada saat melaksanakan upacara Ngenteg Linggihadalah memerlukan dana yang sangat besar dan memerlukan sarana dan prasarana dalam upakara yang keseluruhannya menghabiskan dana Rp.528.337.000. Dana yang terkumpul dari tiga dusun yaitu 264 KK sebesar Rp.396.000.000. Dan dalam tingkatan yajna pada upacara Ngenteg Linggih mengunakan tingkatan “Madyaning Uttama”yang merupakan tingkatan menengah yang besar. Masyarakat Desa Restu Rahayu sangat antusias dan sedikit yang tidak, dan itu tidak menjadi penghambat untuk melaksanakan upacara yang besar tersebut.Kata

Downloads

Download data is not yet available.

References

Santiawan, I. N. (2021). Implementasi Catur Asrama dalam Mencapai Tujuan Hidup (Catur Purusa Artha). Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 26(2), 294-302.

I Nyoman Warta, I Nyoman Suendi, I Nyoman Santiawan. 2019. “Nilai Hidup Rukun Pondasi Kebhinekaan Dalam Mengantasipasi Radikalisme.” Widya Aksara 24(2): 145–56. http://ejournal.sthd-jateng.ac.id/index.php/WidyaAksara/article/view/60/45.

I Nyoman Warta, Dewi Ayu Wisnu Wardani, I Nyoman Santiawan, Widhi Astuti, Ni Luh Putu Wiardani Astuti, & Talang Dewayanti. (2022). Analisis Swot Dalam Pencanangan Candi Prambanan Sebagai Pusat Ritual Umat Hindu. Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu, 27(1), 117–131. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v27i1.183

Santiawan, I. N. (2023). Kajian Ontologi, Epistimologi Dan Aksiologi Canang Sari Study Of Ontology, Epistimology And Axiology Of Canang Sari. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 28(2), 136–145. https://doi.org/https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v28i2

Downloads

Published

04.03.2024

How to Cite

Analisis Pembiayaan Pada Tingkat Pelaksanaan Upacara Dewa Yajna Studi Pada Upacara Ngenteg Linggih Pura Puseh Desa Di Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur. (2024). Jurnal Pendidikan Agama, 15(1), 16-30. https://rumahjurnal-stahlampung.org/index.php/JPA/article/view/40

Similar Articles

21-30 of 58

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)