MAKNA TEO-EKOLOGIS DAN IMPLEMENTASIPELAKSANAAN UPACARA TUMPEK WARIGA DALAM UPAYA PELESTARIAN ALAM (STUDI DI DESA CAHYOU RANDU KECAMATAN PAGAR DEWA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT)

Authors

  • I Nyoman Tri Bayu Tanaya Author
  • Nyoman Sadra Author

Keywords:

Implementasi, Makna Teo-Ekologis, Upacara Tumpek Wariga, Upaya Pelestarian Alam

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Teo-Ekologis pelaksanaan

Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup serta Implementasi

Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa

Cahyou Randu Kecamatan Pager Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat.Penelitian ini

termasuk penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan

gambaran hasil penelitian yang mendalam, sebagai informasi yang disampaikan tampak

bagaimana adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi

yang mendalam terhadap responden. Teknik analaisis data mengunakan reduksi data,

penyajian data, dan penarikan kesipulan. Berdasarkan hasil peneltian dapat disimpulkan

bahwa makna teo-ekologis pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian

Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu ditunjukan sebagai bentuk ungkapan moral

manusia dalam bersyukur kepada Hyang Widhi yang memberikan bumi atau perthiwi

sebagai tempat memperoleh sumber kemakmuran dan kehidupan. Etika lingkungan

merupakan suatu kesadaran etis terhadap lingkungan. Manusia perlu melakukan hubungan

dengan alam melalui pendekatan humanisme dan religus. Hal ini bisa dilakukan dengan

upacara keagamaan yang bersifat ekologis salah satunya upacara tumpek wariga. Upacara

ini merupakan bentuk hormat terhadap tumbuhan sebagi komponen utama alam.

Implementasi Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam Upaya Pelestarian Lingkungan

Hidup di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat

yang jatuh pada hari Saniscara Kliwon Wuku Wariga atau 210 hari sekali.Tumpek Wariga

juga disebut Tumpek Bubuh, Tumpek Uduh, Tumpek Pengatag atau Tumpek Pengarah.

Pelaksanaan upacara Tumpek Wariga adalah merupakan hari peringatan turunnya kekuatan

manifestasi Sang Hyang Widhi dalam SwabhawaNya sebagai Sang Hyang Sangkara ke

dunia untuk menganugrahkan kesuburan serta kemakmuran alam semesta beserta isinya,

khususnya bagi Umat Hindu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arjana, I Gusti Bagus. 2013. Geografi

Lingkungan: Sebuah Introdiksi.

Jakarta: PT Raja Grafindo

Persada.

Atmadja, Nengah Bawa. 2010. Ajeg Bali:

Gerakan, Identitas Kultur, dan

Globalisasi. Yogyakarta: Lkis.

Atmadja, Nengah Bawa. 2014. Saraswati

dan Ganesa sebagai Simbol

Tanaya, Sadra, Makna Teo-Ekologis Dan Implementasipelaksanaan Upacara Tumpek Wariga 11

dalam Upaya Pelestarian Alam

Paradigma Interpretativisme

dan Positivisme. Denpasar:

Pustaka Larasan.

Berk, 2000. Child Development. Boston:

Allyn and Bacon,

Evelyn & John A. Grim (ed). 2003.

Agama Filsafat & Lingkungan

Hidup (Terjemahan P. Hardono

Hadi) . Yogyakarta: Kanisius.

Gunawijaya, I. W. T., & Putra, A. A.

(2020). Makna Filosofis

Upacara Metatah dalam Lontar

Eka Prathama. Vidya Da śan:

Jurnal Mahasiswa Filsafat

Hindu, 1(1).

Hanafi, A. 1995. Pengantar Teologi

Islam, Jakarta: Al Husna Zikra.

I Wayan Wastawa1, I Ketut Sudarsana,

2020. Kaidah Sosialdan Hukum

dalam Teks Manawa Swargadan

Konteksnya Pada Masyarakat

Bali di Kabupaten Klungkung.

Jurnal; Ganaya, Vol. 3No. 1

(2020).

Galtung, Johan. 2007. "Peace by peaceful

conflict transformation: The

transcend

approach handbook of peace

and conflict studies."

(Routledge).

Kajeng, I Nyoman, dkk. 1999.

Sarasamuccaya. Surabaya.

Paramita.

Karim, Muhammad Nazir, 2004.

Dialektika Teologi Islam,

Bandung: Nuansa.

Keraf, Sony. 2005.

). Surabaya:

Paramita.

Lexy J. Moleong. 2004. Metodologi

Penelitian Kualitatif. Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya

Pud a, G 1999 Bhaga adgītā Surabaya:

Pā amita

Pudja, Gede dan Tjokorda Rai Sudharta.

2002. Manawa Dharmacastra

(Manu Darma Sastra atau Weda

Smrti Compendium Hukum

Hindu. Jakarta: Pelita Nursatama

Lestari.

Purnama, Sigit. 2016. Lementsof Child-

Friendly Environment: The

Effort to Provide an Ant-I

Violence Learning

Environment,‖ Indonesian

Journal of Islamic Early

Childhood Education 1,no. 1

Qodar, Lely. 2014. Manajemen

Kepemimpinan Lingkungan:

Kajian Eko-Sufisme Pesantren.

Yogyakarat: Penerbit Ilmu Giri.

Suadnyana, I. B. P. E., & Yuniastuti, N.

W. (2019). Kajian Sosio-

Religius Penerapan Sanksi Adat

Kanorayang di Desa Pakraman

Bakbakan Kecamatan Gianyar,

Kabupaten Gianyar.

Widyanatya , 1(2), 18-31

Suadnyana, I. B. P. E., & Gunawijaya, I.

W. T. (2020). Akibat Hukum

Terhadap Hak Masyarakat Adat

dalam Peralihan Agama di Desa

Adat Dalung. Pariksa, 3(1).

Suka, I Ginting. 2012. Teori Etika

Lingkungan. Denpasar: Udayana

University Press.

Titib, I Made. 2006. WEDA: Sabda Suci

Pedoman Praktis Kehidupan.

Surabaya: Paramita.

Titib, I Made. 2008. Teologi & Simbol-

Simbol Dalam Agama Hindu.

Surabaya: Paramita.

Udayana, I Dewa Gede Alit. 2009.

Tumpek Wariga. Surabaya:

Paramita

Untara, I. M. G. S. (2019). Kosmologi

Hindu dalam

ñ â Jurnal Teologi

Hindu, 1(1).

Untara, I. M. G. S., & Gunawijaya, I. W.

T. (2020). Estetika dan Religi

Penggunaan Rerajahan pada

Masyarakat Bali.

Jñānasiddhânta: Ju nal Teologi

Hindu, 2(1), 41-50.

Uri Bronfenbrenner, 1986. Ecology of the

Family As A Context for Human

Development Research

12 Jurnal Pendidikan Agama, Volume 12, Nomor 1, 01 Maret 2022, hlm 1- 13

Perspectives,‖ in De elopmental

Psychology.

Wiana, I Ketut. 1993. Bagaimana Umat

Hindu Menghayati Tuhan.

Denpasar. Pustaka Manikgeni.

Wiana, I Ketut. 2006. Menyayangi Alam

Wujud Bakti Pada Tuhan.

Surabaya: Paramita.

Wiana, I Ketut. 2007. Tri Hita Karana

Menurut Hindu.Surabaya:

Paramita

Wiana, I Ketut.2009. Air sebagai Ratna

Permata Bumi. Naskah lengkap

The 3rd SSEASR Confrence.

Denpasar, 3-6 juni 2009.

Wirawan, I Made Adi. 2011. Tri Hita

Karana Su abaya: Pā amita

Wirawan, Ide Bagus. 2014. Teori-Teori

Sosial dalam Tiga Pradigma.

Jakarta: Kencana Praneda Media

Group.

Zoetmulder, P.J.1994. Kalangwan Sastra

Jawa Kuno Selayang Pandang

(Dick Hartoko, Pentj.). Jakarta:

Djambatan.

Zoetmulder, P.J.2006. Ā

Jawa Kuna dan

Downloads

Published

05.03.2022

How to Cite

MAKNA TEO-EKOLOGIS DAN IMPLEMENTASIPELAKSANAAN UPACARA TUMPEK WARIGA DALAM UPAYA PELESTARIAN ALAM (STUDI DI DESA CAHYOU RANDU KECAMATAN PAGAR DEWA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT). (2022). Jurnal Pendidikan Agama, 12(1), 1-13. https://rumahjurnal-stahlampung.org/index.php/JPA/article/view/1

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.