Fungsi Lembaga Adat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pinandita

Authors

  • Suyono Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung Author
  • Made Ardite Umbare Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung Author

Keywords:

Kata kunci: Kepemimpinan, Klian Banjar, Pembangunan Desa

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara pra penelitian yang peneliti lakukan, ditemukan salah satu permasalahan yang terjadi di desa ini ialah tingkat partisipasi masyarakatnya yang masih rendah. Masyarakat hanya menyerahkan tanggungjawabkepada kepala desa, Sehingga Kepala Desa di Kampung Menggala kesulitan untuk bisa menampung aspirasi masyarakat. Saat dilaksanakan rapat Desa Masyarakat tidak mau menyampaikan aspirasinya atau masyarakat Kampung Menggala khususnya Banjar Wira Dharma sebutdengan “ ”. Rumusan masalahdalampenelitianiniadalah, pertama: Bagaimana kepemimpinan Klian Banjar Wira DharmaDusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang?Kedua, bagaimana fungsi Klian Banjar Wira DharmaDusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawangdalam proses pelaksanaan pembangunan desa? Kepemimpinan Klian Banjar Wira Dharmadi Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawangdalam masa pandemi seperti saat ini, mengarah pada tipe kepemimpinan empati. Pertama, empati membangun keterikatan. Kedua, empati memberikan pemahaman.Dengan kepemimpinan empati dari Klian Banjar tersebut, maka akan membawa kita berpikir sebelum memberikan penilaian dan membuat asumsi tentang kedekatan pemimpin dan anggotanya, dalam kasus ini antara Klian banjar dengan warganya.Seperti halnya dalam jabatan kepala desa, dalam hal ini Klian Banjar selaku pemimpin tertinggi di desa adat dapat dilihat fungsi kepemimpinan Klian Banjar, dengan indikator sebagai berikut : Pertama, fungsi instruktif yaitu fungsi yang menjelaskan bagaimana cara Pemerintah Desa Adat dalam hal ini adalah Aparat Desa Adat dalam menentukan perintah maupun mengerjakan perintah.Kedua, fungsi kumulatif yaitu fungsi yang dimiliki oleh Pemerintah Desa dalam hal ini Aparat Desa ataupun Klian Banjar terhadap bagaimana cara menetapkan keputusan terutama menyangkut masalah desa adat. Cara yang dilakukan Klian Banjar adalah dialog dengan aparat Banjar dan juga dengan warga Banjar. Dari dialog tersebut pada akhirnya Klian Banjar mendapatkan aspirasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daskal, Lolly. 2017. The Leadersship Gap, What Gets Between You and Your Greatnees. Portofolio/Penguin, New York.Wasistiona, Sadu, 2002. Penyelenggaraan Suyono,Umbare, Fungsi Lembaga Adat Dalam MeningkatkanKesejahteraan Pinandita65Di Pekarangan RumahSuyono,Umbare, Fungsi Lembaga Adat Dalam MeningkatkanKesejahteraan Pinandita65Di Pekarangan Rumah

Pemerintahan Daerah. Alqa, Jakarta Widjaja. Haw, 2001, Pemerintahan Desa/Marga, PT. Raja Grafindo Persada Jakarta. Yuwono Teguh, 2001, Manajemen Otonomi Daerah Berdasarkan Pradigma Baru, Clogapps Diponegoro University: Semarang. Zuhair, Rahmat. 2020. New Normal dan “ ”IPB University, Bogor.Dokumen-dokumen : Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang pemerintahan daerah. Tahun 2004 Pedoman Umum Pembinaan, Pengembangan dan Pelestarian Lembaga Adat Kabupaten Nunukan

Downloads

Published

03.03.2025

How to Cite

Fungsi Lembaga Adat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pinandita. (2025). Jurnal Pendidikan Agama, 16(1), 57-66. https://rumahjurnal-stahlampung.org/index.php/JPA/article/view/58

Similar Articles

41-50 of 57

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)