Implementasi Ajaran Catur Paramitha Dalam Kehidupan Sehari-Hari Umat Hindu

Authors

  • Teguh Samiadi Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung Author
  • I Wayan Sumerta Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung Author

Keywords:

Kata Kunci :Implementasi Ajaran CaturParamitha,Kehidupan Sehari-hari

Abstract

Rasa kemanusiaan dewasa ini telah mengalami kemerosotan yang mengkhawatirkan, bagaimana tidak setiap hari selalu ada saja kasus pemerkosaan, perampokan, perkelahian antar kampung, pembunuhan, terorisme, korupsi dan lain-lain. Semua terjadi akibat dari merosotnya moral karena dipengaruhi oleh banyak faktor, namun apapun alasannya tindak kejahatan yang merugikan orang lain tetaplah tidak dibenarkan dan seharusnya menjadi perhatian kita bagaimana membentuk karakter yang bertanggung jawab, welas asih dan memiliki rasa kemanusiaan tanpa batasan ras, agama maupun suku.Hindu mempunyai landasan yang mengajarkan umatnya menjadi manusia bermoral dan berkarakter, salah satunya adalah Catur Paramitha. Persoalan pokok yang dijadikan rumusan masalahyaitupertama, Bagaimana pemahaman umat Hindu di Desa Banjar AgungKecamatan Banjar AgungKabupaten Tulang Bawang terhadap konsep Catur Paramitha?Kedua, Bagaimana implementasi Catur Paramitha dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu di Desa Banjar AgungKecamatan Banjar AgungKabupaten Tulang Bawang?Jenis penelitian yang digunakan adalahjenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit.Pemahaman umat Hindu di Desa Banjar AgungKecamatan Banjar AgungKabupaten Tulang Bawang terhadap konsep Catur Paramithayaitu (l) Maitri (bersahabat); (2) Karuna (cinta kasih); (3) Mudhita (bersimpati); (4) Upeksa (toleransi) dapat dikatakan telah dipahami dan diresapi oleh umat Hindu Desa Banjar Agung, terbukti dengan harmonisnya hubungan antar warga.ImplementasidaripelaksanaanCatur Paramita dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu di DesaBanjarAgungtelah dilaksanakan dengan baik.Umat Hindu Desa Banjar Agungdapat hidup berdampingan, serasi, selaras, harmonis dan damai. Ajaran Catur Paramita sebagai implementasi dari ajaran Tat Twam Asipatut dijadikan pedoman untuk mewujudkan kehidupan yang sempurna.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, Sayuthi, 2002, Metodologi Penelitian Agama, Raja Grafindo Persada, Jakarta.Depdiknas. 2008. Peraturan Pemerintah RI No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.Juliansyah Noor.(2012). Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis dan Disertasi Karya Ilmiah. Cetakan Kedua. Jakarta:Kencana Prenada Media.Kajeng, I Nyoman,dkk, 1997, Sarasamuccaya, Paramita, Surabaya.Moleong, Lexi J., 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Pudja, Gede. 2005. Bhagawadgita, Pancamo Weda, Surabaya : Paramita.14 Jurnal Pendidikan Agama,Volume 12, Nomor2, 01 September2022, hlm 1-14

Downloads

Published

09.09.2024

How to Cite

Implementasi Ajaran Catur Paramitha Dalam Kehidupan Sehari-Hari Umat Hindu. (2024). Jurnal Pendidikan Agama, 15(2), 1-14. https://rumahjurnal-stahlampung.org/index.php/JPA/article/view/45

Similar Articles

41-50 of 54

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)